Home Visit: Tahapan Intervensi Pekerja Sosial
Tanggal: Selasa, 06 November 2018
Topik: Berita


 

 

"A social worker visits the home to provide direct services, which usually includes parenting and child-development services" (Johnson, 2009; Stoltzfus & Lynch, 2009)

Home visit (visitasi rumah) adalah salah satu tanggung jawab pekerja sosial untuk menunjang tugas utama: pengembalian keberfungsian sosial. Banyak manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan home visit bagi pekerja sosial anak. Pertama, pekerja sosial dapat mengetahui gambaran tentang kondisi rumah, masalah yang dihadapi, dan interaksi klien dengan masyarakat secara aktual. Informasi yang telah didapat dari home visit sangat berguna bagi penyusunan rencana intervensi pemecahan masalah.

 

Kedua, pekerja sosial dapat memberikan motivasi terhadap anak dan orang tua secara emosional, hal ini sangat membatu untuk mengurangi beban psikologis-sosial, yang sering kali tidak dapat teratasi secara mandiri.

 

Ketiga, dengan home visit, pekerja sosial -atau pun penyuluh sosial- dapat memberikan edukasi, informasi dan pengetahuan tentang pengasuhan anak kepada orang tua. Pemahaman terkait pendidikan bagi anak juga diberikan, supaya orang tua siap merencanakan pendidikan anak di masa depan. Selain itu, home visit bermanfaat untuk memetakan dan menggali potensi-sumber yang dimiliki oleh orang tua.

 

Loka Rehabilitasi Sosial Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (LRSAMPK) Darussaadah, melalui pekerja sosial dan penyuluh sosial, melakukan home visit ke Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang. Home visit dilakukan secara berseri didua keluarga mulai 30 Oktober - 1 November 2018.

 

"Kegiatan home visit ini bertujuan mempersiapkan orang tua untuk pengasuhan anak dalam keluarga". Ujar Agung Yulianto selaku pekerja sosial.

 

Pada home visit kali ini pekerja sosial melakukan observasi keadaan rumah, lingkungan dan kondisi psikologis orang tua, serta melihat potensi yang dimiliki untuk menganalisis apakah orang tua benar-benar siap, apabila anak dikembalikan dalam keluarga.

 

Pengembalian anak ke dalam keluarga merupakan tahap persiapan perubahan nomenklatur LRSAMPK Darussaadah, yang otomatis juga berubah sasaran pelayanannya: anak yang membutuhkan perlindungan khusus sesuai dengan Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak.

 

Ahmad D. Karomalloh (penyuluh sosial)









Artikel dari PSAA Darussa'adah Aceh
http://darusaadah.depsos.go.id

URL:
http://darusaadah.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=27