Sosialisasi Program Rumah Sejahtera Darussaadah
Tanggal: Jumat, 27 Mei 2011
Topik: UPT


“Geliat Promosi Panti Sosial Multi Layanan”

Oleh : Nia Sunatun Saniyah, S.ST

Rabu, 18 Mei 2011 Rumah Sejahtera Darussa’adah melaksanakan kegiatan Sosialisasi program dengan mengundang 8 orang Kepala Dinas Sosial, Kepala Bidang, dan Kepala Seksi Rehabsos Kabupaten/Kota Se-Prov. Aceh. Kementerian Sosial RI cq Rumah Sejahtera Darussa’adah yang merupakan Unit Pelayanan Teknis Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial telah eksis di Prov.Aceh sejak 4 tahun yang lalu.



Unit pelaksana teknis yang belum menjadi satuan kerja ini sejak pertama dibuka telah memberikan pelayanan pada anak-anak korban tsunami, anak korban konflik/anak dalam situasi darurat, anak terlantar dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus.  Program Asuhan Anak, Program Sosial Bina Remaja, dan Program Rumah Perlindungan Sosial Anak telah mengantarkan Rumah Sejahtera Darussaadah menjadi Multi Social Services (multi/pelayanan sosial yang beragam).

Perbandingan ini dapat dilihat dari panti-panti yang pada umumnya hanya memiliki satu program kegiatan dengan satu fokus utama, misalnya: Panti Anak, yang berbasis hanya menangani anak putus sekolah saja, atau anak yatim/piatu atau anak dari keluarga miskin saja sedangkan Rumah Sejahtera Darussa’adah memiliki tiga program yang fokus utamanya anak, diibaratkan menyatukan 3 panti dalam sebuah unit pelaksana teknis disitulah Rumah Sejahtera Darussa’adah berdiri.

Penjelasan ini diterangkan langsung oleh Ketua Tim Rumah Sejahtera Darussa’adah, Hajarudin,SH, M.Si di hadapan perwakilan pejabat dan Pegawai Dinas Sosial Kota dan Kabupaten se-Provinsi Aceh.  Koordinator dari setiap program pun menjadi pembicara yang membuat ramai kegiatan yang diisi dengan talk show ini.

Kegiatan yang berlangsung selam dua hari ini menjadi begitu berarti dengan adanya tindak lanjut dari semua Kabid. Rehabsos dari masing-masing kabupaten dan kota dengan mendaftarkan anak-anak daerah yang masuk ke dalam kriteria calon dari setiap program. Kegiatan sosialisasi ini ditujukan untuk membuka gambaran pada masyarakat Aceh bahwa Rumah Sejahtera Darussa’adah bukan hanya pusat pelayanan yang berbasis pada penanganan anak yatim/piatu atau anak yang kurang mampu saja, namun memiliki program pengasuhan untuk anak yang mengalami tindak kekerasan (yang akan masuk ke dalam program Rumah Perlindungan Sosial Anak/RSPSA), anak putus sekolah pun memungkinkan mendapatkan pembelajaran keterampilan di Program Sosial Bina Remaja (PSBR) dan anak yang korban konflik dan tsunami bernaung dalam lindungan Program Sosial Asuhan Anak (PSAA).

Geliat sosialisasi ini terbangun dari upaya keras Rumah Sejahtera Darussa’adah untuk bisa memberikan pelayanan bagi anak yang mengalami kendala berfungsi sosial di masyarakat Aceh. “diharapkan Rumah Sejahtera Darussa’adah menjadi satuan kerja yang mempunyai gelar eselonering di Prov. Aceh, sehingga pelayanan yang diberikan dapat lebih optimal dirasakan oleh penerima manfaat yang merupakan putra-putra daerah. Aceh tetap menjadi fokus utama dan satu wilayah indonesia bagian barat khususnya Sumatera menjadi  target pelayanan selanjutnya” ungkap Ketua Tim RS Darussa’adah.

•    Pekerja Sosial







Artikel dari PSAA Darussa'adah Aceh
http://darusaadah.depsos.go.id

URL:
http://darusaadah.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=20