Fenomena Kekerasan Anak di Aceh
Tanggal: Jumat, 18 Pebruari 2011
Topik: Berita


Gaung Kekerasan Anak di Aceh

Oleh: Nia S Saniyah*

Kamis, 16 Februari 2011 pukul 20.30 WIB Tim Profesional Rumah Sejahtera Darussa’adah dan TRC/Tim Reaksi Cepat Kemensos RI Kontributor Aceh melakukan rujukan anak yang mendapat tindak kekerasan oleh ayah tirinya ke Rumah Sakit Zainul Abidin Banda Aceh. Klien “F” yang berusia 10 tahun ini mengalami sakit dibagian perut yang kemudian didiagnosa oleh dokter  memiliki masalah dengan usus buntunya dan harus segera dioperasi.



Dengan segala upaya dan tindakan cepat Tim Rumah Sejahtera Darussa’adah melakukan proses pertolongan agar klien segera dioperasi. Rumah Sakit Zainul Abidin merupakan salah satu Rumah Sakit yang telah melakukan MoU/Kesepakatan Bersama dalam penanganan anak  yang mengalami Kekerasan. Berdasarkan MoU tersebut maka tindakan operasi untuk klien “F” dapat diproses cepat oleh Rumah Sakit.

Klien “F” merupakan salah satu Penerima Manfaat yang sedang ditangani oleh RPSA Rumah Sejahtera Daarusa’adah. Klien “F” dirujuk oleh Lembaga Friends Internasional yang bekerja sama dengan Save Child, mendapat keterangan dari masyarakat Desa Rumpit Kec. Ule Kareng Aceh Besar bahwa klien sering kali dipukul oleh ayahnya dengan menggunakan balok atau kayu. Mendapat keterangan tersebut klien dirujuk untuk tinggal sementara di RPSA (Rumah Perlindungan Sosial Anak) Rumah Sejahtera Darussa’adah agar mendapat perlindungan khusus. Selain menangani anak korban tindak kekerasan, RPSA Rumah Sejahtera Darussa’adah juga menangani anak korban Traffiking, anak korban pemerkosaan/Seksual Abused , anak yang dilacurkan/AILA, dan anak yang ditelantarkan.

Rumah Sejahtera Darussa’adah mulai beroperasi dari tahun 2007, dan RPSA menjadi satu-satunya Shelter/Rumah perlindungan untuk anak yang membutuhkan perlindungan khusus di Aceh. Sehingga dari tahun 2008 sampai dengan 2010 RPSA Rumah Sejahtera Darussa’adah telah menangani kurang lebih 100 anak yang membutuhkan perlindungan khusus di daerah Nangroe Aceh Darussalam.

Meskipun masih banyak  anak yang membutuhkan perlindungan khusus di NAD, namun seleksi yang selektif masih dilakukan oleh RSD dikarenakan kondisi pendanaan yang masih begitu kurang mengingat RSD masih memiliki 2 program pelayanan anak yang lain di samping RPSA, yaitu Program Sosial Bina Remaja, dan Program Sosial Asuhan Anak.

*Pekerja Sosial di Rumah Sejahtera  Darussa’adah
*Foto: Deden M. Herdiana







Artikel dari PSAA Darussa'adah Aceh
http://darusaadah.depsos.go.id

URL:
http://darusaadah.depsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=17