Home | Profile | Map | Contact

Profil
· Profil Panti
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Kegitan Penerima Manfaat

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.


Rujukan Klien Terdiagnosa Psizofrenia ke RSJ
Dikirim oleh fetty - pada Jumat, 30 September 2011

DARI RSD KE RSJ

Oleh : Nia  S Saniyah, S.ST*

Jum’at pagi tanggal 17 Juni 2011, datang sebuah laporan dari salah seorang anggota LBH Banda Aceh, Abdullah namanya. LBH Banda Aceh adalah salah satu Rekan kerja Rumah Sejahtera Darussa’adah (disingkat dengan RSD) yang telah memberikan bantuan hukum untuk berbagai kasus. Beliau mengatakan bahwa ada seorang ibu terlantar dengan membawa anak berusia 1 tahunan di daerah Lueng Bata. Dengan segera tim Outreach RSD datang dan menelusuri lebih lanjut.



Setelah dilakukan interview selama 2 jam, maka di putuskan untuk membawa calon klien tersebut ke Dinas Sosial Kota Banda Aceh untuk mendapatkan kejelasan status dan pelayanan apa yang akan diberikan. Dinas sosial Kota Banda Aceh mengidentifikiasi bahwa klien merupakan gelandangan yang tidak diketahui asal usulnya, “Untuk sementara saya menyerahkan pada RSD untuk merawat dan memberikan perlindungan kepada klien “S” sampai dengan diketahui asal usulnya” papar Purnama Kadinsosnaker Kota Banda Aceh.
Setelah 2 bulan klien di RSD, klien diasesmen oleh Pekerja Sosial dan mendapatkan bimbingan psikologis dari pembimbing psikolog. Dari hasil asesmen, terdapat kejanggalan dari klien “S”, ibu dari “SM” (anak berusia 1 tahun). Gejala yang terlihat dan terpantau selama ini adalah ; 1) seringnya klien menyendiri, 2) ketika ditanya tentang keberadaan keluarga, suami, orang tua atau alamat asalnya klien mengatakan dengan tidak jelas dan berputar-putar, 3) klien seringkali marah-marah dan merusak barang-barang di asrama. Maka dilakukanlah Case Conference (Temu Bahas Kasus) yang dihadiri oleh pihak Dinas Sosial, Psikolog dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh dan seluruh kru pelayanan di RSD untuk memberikan pelayanan terbaik selanjutnya bagi “S” ibu klien “SM”, melihat klien memiliki gejala kurang sehat mental.

 

 

 

 

 


Hasil CC yang dilakukan pada hari Jum’at 12 Agustus 2011 yang lalu diputuskan agar klien mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di RSJ Banda Aceh, “jika memang harus dirawat, klien harus di rawat inap dan mungkin akan dipisahkan dengan sang anak” ungkap Psikolog RSJ Banda Aceh. Senin 15 Agustus 2011, Dinas Sosial mengeluarkan surat rekomendasi untuk klien agar mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di RSJ Banda Aceh. Rabu 16 Agustus 2011 klien dibawa ke RSJ untuk dilakukan pemeriksaan, kemudian hasil pemeriksaan mengatakan bahwa “klien harus mendapatkan pelayanan rawat inap, dan anaknya untuk sementara dipisahkan dari ibunya. Namun jika perpisahan ini menjadi stressor tambahan maka nanti kita buat pertimbangan selanjutnya” ungkap Dokter, seusai memeriksa klien. Klien saat ini sudah berada di Ruang Rawat Melati RSJ Banda Aceh. Anak  klien untuk sementara tetap mendapatkan perlindungan dan perawatan di RSD. Separasi ini bukan bermaksud memisahkan anak dari ibunya, namun semata-mata demi keselamatan sang anak.
Kasus ini sepertinya dapat dikatakan baru di RSD, meskipun Tugas dan Fungsi dari Rumah Sejahtera Darussa’adah hanya memberikan pelayanan pada anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus namun kasus kasuistis seperti ini yang selayaknya bukan merupakan setting pelayanan bagi RSD, namun RSD tetap menangani dan untuk selanjutnya merujuk klien pada pusat pelayanan yang tepat dengan permasalahannya.

*Pekerja Sosial




 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang
· Berita oleh fetty


Berita terpopuler tentang :
Ulee Lhee Banda Aceh


Nilai Berita
Rata-rata: 5
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 1.066280 Seconds