Home | Profile | Map | Contact

Profil
· Profil Panti
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Kegitan Penerima Manfaat

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.


LRSAMPK Darussaadah Lakukan Pembahasan Perjanjian Kerja Sama
Dikirim oleh adminweb pada Jumat, 17 Mei 2019

 Aceh - LRSAMPK Darussaadah di Aceh Kementerian Sosial melakukan pembahasan



16 kali dibaca (selengkapnya... | Nilai: 0)

Home Visit: Tahapan Intervensi Pekerja Sosial
Dikirim oleh adminweb pada Selasa, 06 November 2018
Berita
 

 

"A social worker visits the home to provide direct services, which usually includes parenting and child-development services" (Johnson, 2009; Stoltzfus & Lynch, 2009)

Home visit (visitasi rumah) adalah salah satu tanggung jawab pekerja sosial untuk menunjang tugas utama: pengembalian keberfungsian sosial. Banyak manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan home visit bagi pekerja sosial anak. Pertama, pekerja sosial dapat mengetahui gambaran tentang kondisi rumah, masalah yang dihadapi, dan interaksi klien dengan masyarakat secara aktual. Informasi yang telah didapat dari home visit sangat berguna bagi penyusunan rencana intervensi pemecahan masalah.

 

Kedua, pekerja sosial dapat memberikan motivasi terhadap anak dan orang tua secara emosional, hal ini sangat membatu untuk mengurangi beban psikologis-sosial, yang sering kali tidak dapat teratasi secara mandiri.

 

Ketiga, dengan home visit, pekerja sosial -atau pun penyuluh sosial- dapat memberikan edukasi, informasi dan pengetahuan tentang pengasuhan anak kepada orang tua. Pemahaman terkait pendidikan bagi anak juga diberikan, supaya orang tua siap merencanakan pendidikan anak di masa depan. Selain itu, home visit bermanfaat untuk memetakan dan menggali potensi-sumber yang dimiliki oleh orang tua.

 

Loka Rehabilitasi Sosial Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (LRSAMPK) Darussaadah, melalui pekerja sosial dan penyuluh sosial, melakukan home visit ke Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang. Home visit dilakukan secara berseri didua keluarga mulai 30 Oktober - 1 November 2018.

 

"Kegiatan home visit ini bertujuan mempersiapkan orang tua untuk pengasuhan anak dalam keluarga". Ujar Agung Yulianto selaku pekerja sosial.

 

Pada home visit kali ini pekerja sosial melakukan observasi keadaan rumah, lingkungan dan kondisi psikologis orang tua, serta melihat potensi yang dimiliki untuk menganalisis apakah orang tua benar-benar siap, apabila anak dikembalikan dalam keluarga.

 

Pengembalian anak ke dalam keluarga merupakan tahap persiapan perubahan nomenklatur LRSAMPK Darussaadah, yang otomatis juga berubah sasaran pelayanannya: anak yang membutuhkan perlindungan khusus sesuai dengan Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak.

 

Ahmad D. Karomalloh (penyuluh sosial)



67 kali dibaca (selengkapnya... | Nilai: 5)

TEPAK, Wahana Belajarnya Para Orangtua dan Anak
Dikirim oleh pada Selasa, 29 November 2016

TEPAK, yang merupakan singkatan dari Temu Penguatan Anak dan Keluarga. Apa yang terbayangkan di benak kita semua tentang hal tersebut ?

 

Kegiatan TEPAK merupakan suatu bentuk kegiatan yang sebenarnya sudah lazim kita dengar. Berbagai instansi pemerintah maupun non pemerintah seringkali melaksanakan kegiatan TEPAK sebagai salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan sosial bagi masyarakat di Indonesia. Program Temu Penguatan Anak dan Keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para orangtua/keluarga yang bertanggungjawab dalam pengasuhan dan perlindungan anak, meningkatkan kepedulian para stake holder terkait dalam memberikan pendampingan sosial kepada masyarakat khususnya dalam hal pengasuhan anak, dan memberikan pemahaman kepada anak mengenai hak-hak mereka. Selain itu, TEPAK juga seringkali dijadikan alternatif kegiatan untuk merespon berbagai masalah sosial dalam masyarakat.

Banyaknya permasalahan sosial yang terjadi khususnya pada anak-anak di Indonesia saat ini semakin membuat kita menjadi ironis. Bagaimana tidak, kenyataan bahwa anak bisa saja diperlakukan secara tidak wajar dari lingkungan terdekatnya sendiri seringkali kita simak di berbagai media setiap harinya. Adapun hal tersebut salah satunya disebabkan oleh berkurang bahkan hilangnya fungsi keluarga sebagai tempat pengasuhan, pendidikan, pemeliharaan, pembinaan, perlindungan dan tumbuh kembang anak sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Oleh karena itu, adanya penyelenggaraan Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) tersebut merupakan suatu upaya untuk mewujudkan kembali keberfungsian sosial dalam keluarga. Upaya tersebut juga semestinya mencakup pengubahan paradigma pengasuhan orangtua terhadap anak, peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan tanggung jawab orangtua/keluarga dan perlindungan anak dari berbagai tindak kekerasan serta mekanisme pemenuhan kebutuhan dasar anak.

Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial telah melahirkan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) dimana salah satu turunan kegiatannya ialah Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK). Sebagai instansi pemerintah yang merespon berbagai permasalahan sosial khususnya anak, Kementerian Sosial RI sudah sejak lama melaksanakan kegiatan TEPAK dalam masyarakat, baik secara langsung maupun melalui pilar-pilar sosial di berbagai daerah. Sejauh ini kegiatan TEPAK acapkali dimanfaatkan sebagai wahana belajar bagi masyarakat khususnya para orangtua dan anak. Bukan hanya itu saja, TEPAK juga dapat dimanfaatkan sebagai lahan belajarnya para Penyuluh Sosial sebagai “dosen di masyarakat”.

Lalu, mengapa TEPAK dapat dikatakan sebagai wahana belajar?

TEPAK dalam pelaksanaannya memuat beragam kegiatan yang berusaha untuk dapat meningkatkan kapasitas orangtua dalam mewujudkan good parenting. Kegiatan yang dilaksanakan bisa berbentuk penyuluhan, permainan atraktif, role playing, penayangan video edukatif bahkan kegiatan-kegiatan kreatif lainnya yang bisa disesuaikan dengan maksud dan tujuan kegiatan. Pelibatan peserta kegiatan dengan menggunakan teknik-teknik pekerjaan sosial saat kegiatan berlangsung juga dapat dilakukan untuk mempermudah penyampaian materi TEPAK. Melalui berbagai kegiatan tersebut, para orangtua bisa belajar memahami berbagai hal yang disampaikan yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan wawasan para orangtua untuk dapat memberikan pengasuhan terbaik bagi anak yang diharapkan dapat sesuai dengan Standar Nasional Pengasuhan Anak (SNPA).

2.    Para orangtua dapat belajar terlibat dalam suatu perkumpulan/organisasi/komunitas melalui adanya kegiatan TEPAK yang rutin dilakukan dalam beberapa waktu tertentu. Hal ini sebagai wahana belajar juga dapat dijadikan sebagai wahana bersilaturahmi antar warga. Selain itu, Fasilitator kegiatan TEPAK selanjutnnya dapat memberikan kesempatan kepada para orangtua untuk membentuk suatu perkumpulan khusus yang dapat membantu mereka berkomunikasi lebih intens misalnya Self Help Group (Kelompok Bantu Diri). Hal ini akan semakin memberikan dukungan kepada masing-masing orangtua dengan focus permasalahan yang sama.

3.  Kegiatan TEPAK merupakan wujud pemenuhan hak partisipatif anak. Kegiatan TEPAK dalam pelaksanaannya dapat dilakukan melalui mekanisme kegiatan Children Development Session (CDS) yang memungkinkan anak untuk dapat menyuarakan pendapatnya. Melalui kegiatan tersebut anak diajak belajar dan berpartisipasi langsung dalam memahami berbagai hal terkait diri anak seperti perkembangan anak, hak anak, dan pembentukan sikap dan perilaku anak.

4.   Penyuluh Sosial dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai lahan basah untuk belajar banyak hal dari masyarakat. Tidaklah salah bila ada yang mengatakan bahwa masyarakat adalah perpustakaannya mereka yang bekerja di bidang sosial. Memahami masyarakat tidak cukup hanya dengan membaca teori-teori dari berbagai referensi, namun kita juga harus belajar menyelami mereka dengan terjun dan terlibat langsung di dalamnya. TEPAK ialah salah satu wahananya. Melalui kegiatan ini, seorang penyuluh sosial akan dapat terus meningkatkan kemampuan dalam membagi pengetahuan dan keterampilannya khususnya dalam hal pengasuhan anak kepada para orangtua. Selain itu, perilaku masyarakat yang heterogen di berbagai daerah dapat dijadikan pengalaman untuk semakin memahami karakteristik sasaran kegiatan penyuluhan sosial. 

Oleh : Fetty Familda, S.ST

 



304 kali dibaca (selengkapnya... | Nilai: 0)

Temu Penguatan Anak dan Keluarga
Dikirim oleh fetty pada Senin, 28 November 2016

TEPAK, Wahana Belajar Anak dan Orangtua

Oleh : Fetty Familda, S.ST

 

TEPAK, yang merupakan singkatan dari Temu Penguatan Anak dan Keluarga. Apa yang terbayangkan di benak kita semua tentang hal tersebut ?

Kegiatan TEPAK merupakan suatu bentuk kegiatan yang sebenarnya sudah lazim kita dengar. Berbagai instansi pemerintah maupun non pemerintah seringkali melaksanakan kegiatan TEPAK sebagai salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan sosial bagi masyarakat di Indonesia. Program Temu Penguatan Anak dan Keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para orangtua/keluarga yang bertanggungjawab dalam pengasuhan dan perlindungan anak, meningkatkan kepedulian para stake holder terkait dalam memberikan pendampingan sosial kepada masyarakat khususnya dalam hal pengasuhan anak, dan memberikan pemahaman kepada anak mengenai hak-hak mereka. Selain itu, TEPAK juga seringkali dijadikan alternatif kegiatan untuk merespon berbagai masalah sosial dalam masyarakat.

 



399 kali dibaca (selengkapnya... | 6534 byte lagi | Nilai: 0)

Rujukan Klien Terdiagnosa Psizofrenia ke RSJ
Dikirim oleh fetty pada Jumat, 30 September 2011

DARI RSD KE RSJ

Oleh : Nia  S Saniyah, S.ST*

Jum’at pagi tanggal 17 Juni 2011, datang sebuah laporan dari salah seorang anggota LBH Banda Aceh, Abdullah namanya. LBH Banda Aceh adalah salah satu Rekan kerja Rumah Sejahtera Darussa’adah (disingkat dengan RSD) yang telah memberikan bantuan hukum untuk berbagai kasus. Beliau mengatakan bahwa ada seorang ibu terlantar dengan membawa anak berusia 1 tahunan di daerah Lueng Bata. Dengan segera tim Outreach RSD datang dan menelusuri lebih lanjut.



1682 kali dibaca (selengkapnya... | 4747 byte lagi | Nilai: 5)

Hit

Kami sudah menampilkan
565873
halaman sejak October 2009

RSS Feed



·404 - Not Found



·404 - Not Found

View All Feeds

Artikel Sebelumnya
Selasa, Agustus 09
· BAKTI SOSIAL (BAKSOS)
Selasa, Juni 21
· Pekan Olah Raga RSD
Sabtu, Mei 28
· Pembukaan dan Orientasi Lingkungan Program Sosial Bina Remaja
Jumat, Mei 27
· Sosialisasi Program Rumah Sejahtera Darussaadah
Kamis, Mei 12
· Cucu kandungku sekaligus anak biologisku
Senin, April 11
· Pendampingan Sosial Kelompok Program Asuhan Anak RSD
Jumat, Pebruari 18
· Fenomena Kekerasan Anak di Aceh
Kamis, Pebruari 17
· Ulee Lhee Banda Aceh
Rabu, Desember 30
· PERINGATAN TAHUN BARU 1431 HIJRIYAH
· PERINGATAN 5 TAHUN TSUNAMI

Artikel Lama
Webmail
Webmail Login
Intranet Dashboard
Intranet Dashboard
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.347368 Seconds