Home | Profile | Map | Contact

Profil
· Profil Panti
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Kegitan Penerima Manfaat

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.


TEPAK, Wahana Belajarnya Para Orangtua dan Anak
Dikirim oleh pada Selasa, 29 November 2016

TEPAK, yang merupakan singkatan dari Temu Penguatan Anak dan Keluarga. Apa yang terbayangkan di benak kita semua tentang hal tersebut ?

 

Kegiatan TEPAK merupakan suatu bentuk kegiatan yang sebenarnya sudah lazim kita dengar. Berbagai instansi pemerintah maupun non pemerintah seringkali melaksanakan kegiatan TEPAK sebagai salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan sosial bagi masyarakat di Indonesia. Program Temu Penguatan Anak dan Keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para orangtua/keluarga yang bertanggungjawab dalam pengasuhan dan perlindungan anak, meningkatkan kepedulian para stake holder terkait dalam memberikan pendampingan sosial kepada masyarakat khususnya dalam hal pengasuhan anak, dan memberikan pemahaman kepada anak mengenai hak-hak mereka. Selain itu, TEPAK juga seringkali dijadikan alternatif kegiatan untuk merespon berbagai masalah sosial dalam masyarakat.

Banyaknya permasalahan sosial yang terjadi khususnya pada anak-anak di Indonesia saat ini semakin membuat kita menjadi ironis. Bagaimana tidak, kenyataan bahwa anak bisa saja diperlakukan secara tidak wajar dari lingkungan terdekatnya sendiri seringkali kita simak di berbagai media setiap harinya. Adapun hal tersebut salah satunya disebabkan oleh berkurang bahkan hilangnya fungsi keluarga sebagai tempat pengasuhan, pendidikan, pemeliharaan, pembinaan, perlindungan dan tumbuh kembang anak sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Oleh karena itu, adanya penyelenggaraan Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) tersebut merupakan suatu upaya untuk mewujudkan kembali keberfungsian sosial dalam keluarga. Upaya tersebut juga semestinya mencakup pengubahan paradigma pengasuhan orangtua terhadap anak, peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan tanggung jawab orangtua/keluarga dan perlindungan anak dari berbagai tindak kekerasan serta mekanisme pemenuhan kebutuhan dasar anak.

Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial telah melahirkan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) dimana salah satu turunan kegiatannya ialah Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK). Sebagai instansi pemerintah yang merespon berbagai permasalahan sosial khususnya anak, Kementerian Sosial RI sudah sejak lama melaksanakan kegiatan TEPAK dalam masyarakat, baik secara langsung maupun melalui pilar-pilar sosial di berbagai daerah. Sejauh ini kegiatan TEPAK acapkali dimanfaatkan sebagai wahana belajar bagi masyarakat khususnya para orangtua dan anak. Bukan hanya itu saja, TEPAK juga dapat dimanfaatkan sebagai lahan belajarnya para Penyuluh Sosial sebagai “dosen di masyarakat”.

Lalu, mengapa TEPAK dapat dikatakan sebagai wahana belajar?

TEPAK dalam pelaksanaannya memuat beragam kegiatan yang berusaha untuk dapat meningkatkan kapasitas orangtua dalam mewujudkan good parenting. Kegiatan yang dilaksanakan bisa berbentuk penyuluhan, permainan atraktif, role playing, penayangan video edukatif bahkan kegiatan-kegiatan kreatif lainnya yang bisa disesuaikan dengan maksud dan tujuan kegiatan. Pelibatan peserta kegiatan dengan menggunakan teknik-teknik pekerjaan sosial saat kegiatan berlangsung juga dapat dilakukan untuk mempermudah penyampaian materi TEPAK. Melalui berbagai kegiatan tersebut, para orangtua bisa belajar memahami berbagai hal yang disampaikan yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan wawasan para orangtua untuk dapat memberikan pengasuhan terbaik bagi anak yang diharapkan dapat sesuai dengan Standar Nasional Pengasuhan Anak (SNPA).

2.    Para orangtua dapat belajar terlibat dalam suatu perkumpulan/organisasi/komunitas melalui adanya kegiatan TEPAK yang rutin dilakukan dalam beberapa waktu tertentu. Hal ini sebagai wahana belajar juga dapat dijadikan sebagai wahana bersilaturahmi antar warga. Selain itu, Fasilitator kegiatan TEPAK selanjutnnya dapat memberikan kesempatan kepada para orangtua untuk membentuk suatu perkumpulan khusus yang dapat membantu mereka berkomunikasi lebih intens misalnya Self Help Group (Kelompok Bantu Diri). Hal ini akan semakin memberikan dukungan kepada masing-masing orangtua dengan focus permasalahan yang sama.

3.  Kegiatan TEPAK merupakan wujud pemenuhan hak partisipatif anak. Kegiatan TEPAK dalam pelaksanaannya dapat dilakukan melalui mekanisme kegiatan Children Development Session (CDS) yang memungkinkan anak untuk dapat menyuarakan pendapatnya. Melalui kegiatan tersebut anak diajak belajar dan berpartisipasi langsung dalam memahami berbagai hal terkait diri anak seperti perkembangan anak, hak anak, dan pembentukan sikap dan perilaku anak.

4.   Penyuluh Sosial dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai lahan basah untuk belajar banyak hal dari masyarakat. Tidaklah salah bila ada yang mengatakan bahwa masyarakat adalah perpustakaannya mereka yang bekerja di bidang sosial. Memahami masyarakat tidak cukup hanya dengan membaca teori-teori dari berbagai referensi, namun kita juga harus belajar menyelami mereka dengan terjun dan terlibat langsung di dalamnya. TEPAK ialah salah satu wahananya. Melalui kegiatan ini, seorang penyuluh sosial akan dapat terus meningkatkan kemampuan dalam membagi pengetahuan dan keterampilannya khususnya dalam hal pengasuhan anak kepada para orangtua. Selain itu, perilaku masyarakat yang heterogen di berbagai daerah dapat dijadikan pengalaman untuk semakin memahami karakteristik sasaran kegiatan penyuluhan sosial. 

Oleh : Fetty Familda, S.ST

 



171 kali dibaca (selengkapnya... | Nilai: 0)

Temu Penguatan Anak dan Keluarga
Dikirim oleh fetty pada Senin, 28 November 2016

TEPAK, Wahana Belajar Anak dan Orangtua

Oleh : Fetty Familda, S.ST

 

TEPAK, yang merupakan singkatan dari Temu Penguatan Anak dan Keluarga. Apa yang terbayangkan di benak kita semua tentang hal tersebut ?

Kegiatan TEPAK merupakan suatu bentuk kegiatan yang sebenarnya sudah lazim kita dengar. Berbagai instansi pemerintah maupun non pemerintah seringkali melaksanakan kegiatan TEPAK sebagai salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan sosial bagi masyarakat di Indonesia. Program Temu Penguatan Anak dan Keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para orangtua/keluarga yang bertanggungjawab dalam pengasuhan dan perlindungan anak, meningkatkan kepedulian para stake holder terkait dalam memberikan pendampingan sosial kepada masyarakat khususnya dalam hal pengasuhan anak, dan memberikan pemahaman kepada anak mengenai hak-hak mereka. Selain itu, TEPAK juga seringkali dijadikan alternatif kegiatan untuk merespon berbagai masalah sosial dalam masyarakat.

 



242 kali dibaca (selengkapnya... | 6534 byte lagi | Nilai: 0)

Rujukan Klien Terdiagnosa Psizofrenia ke RSJ
Dikirim oleh fetty pada Jumat, 30 September 2011

DARI RSD KE RSJ

Oleh : Nia  S Saniyah, S.ST*

Jum’at pagi tanggal 17 Juni 2011, datang sebuah laporan dari salah seorang anggota LBH Banda Aceh, Abdullah namanya. LBH Banda Aceh adalah salah satu Rekan kerja Rumah Sejahtera Darussa’adah (disingkat dengan RSD) yang telah memberikan bantuan hukum untuk berbagai kasus. Beliau mengatakan bahwa ada seorang ibu terlantar dengan membawa anak berusia 1 tahunan di daerah Lueng Bata. Dengan segera tim Outreach RSD datang dan menelusuri lebih lanjut.



1551 kali dibaca (selengkapnya... | 4747 byte lagi | Nilai: 5)

BAKTI SOSIAL (BAKSOS)
Dikirim oleh fetty pada Selasa, 09 Agustus 2011
Berita

 “MEMERIAHKAN HUT YONIF 112/RAIDER KE-57”

Oleh : Gina Natriani Putri, A.Md

 


Pada tanggal 27 Juli 2011 Rumah Sejahtera Darussa’adah (RSD) mendapatkan Bantuan Sosial (BanSos) dari Batalyon Infantri 112/Raider dalam rangka HUT mereka yang ke-57. Tahun ini mereka memilih merayakan dengan anak-anak penerima manfaat di Rumah Sejahtera Darusa’adah (RSD). Tema BakSos tahun ini adalah “Melalui bakti sosial HUT YONIF 112/RAIDER Ke-57 Satuan Raider Kodam IM serta membantu dan meringankan program pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anak-anak terlantar dan fakir miskin dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.  Acara tersebut turut di-hadiri oleh Letkol. Novi Helmy Prasetya selaku Komandan Batalyon Infanteri 112/Raider bersama dengan anggotanya yang berjumlah kurang lebih 50 orang. 

 

 



2111 kali dibaca (selengkapnya... | 4220 byte lagi | Nilai: 4)

Pekan Olah Raga RSD
Dikirim oleh arantika pada Selasa, 21 Juni 2011
UPT

“ DARUSSA’ADAH CUP I” 

 RUMAH SEJAHTERA DARUSSA’ADAH

Oleh Feri Afrianto, S.Psi

 



1062 kali dibaca (selengkapnya... | 1978 byte lagi | Nilai: 5)

Hit

Kami sudah menampilkan
523707
halaman sejak October 2009

RSS Feed

View All Feeds

Artikel Sebelumnya
Sabtu, Mei 28
· Pembukaan dan Orientasi Lingkungan Program Sosial Bina Remaja
Jumat, Mei 27
· Sosialisasi Program Rumah Sejahtera Darussa’adah
Kamis, Mei 12
· “Cucu kandungku sekaligus anak biologisku”
Senin, April 11
· Pendampingan Sosial Kelompok Program Asuhan Anak RSD
Jumat, Pebruari 18
· Fenomena Kekerasan Anak di Aceh
Kamis, Pebruari 17
· Ulee Lhee Banda Aceh
Rabu, Desember 30
· PERINGATAN TAHUN BARU 1431 HIJRIYAH
· PERINGATAN 5 TAHUN TSUNAMI
Jumat, Desember 18
· PENYULUHAN DAN BIMBINGAN PENERIMA MANFAAT RUMAH SEJAHTERA DARUSSA’ADAH
Rabu, Desember 16
· Medali Penerima Manfaat Rumah Sejahtera Darussa’adah

Artikel Lama
Webmail
Webmail Login
Intranet Dashboard
Intranet Dashboard
Powered by the AutoTheme HTML Theme System
Page created in 0.172491 Seconds